Hayooooo , siapa yang
lagi galau . Yang tadi malam curhat sampe terisak-isak :P
Andai
kau bisa lebih peka , lebih paham , lebih mengerti hal yang kurasa . Mungkin
akan terasa lebih mudah bagi kita untuk tetap saling menjaga perasaan yang
sebenarnya sama-sama terluka .
Kau mau tahu tidak , seberapa hebatnya
dirimu memotori perasaanku ? Kau , sampai bisa membuatku kehilangan arah untuk kembali ke tempat pemilik hati yang selama ini
kutinggali , aku lupa . Aku tidak hapal kemana arahnya , entah belok kiri ,
atau belok kanan atau harus terus lurus sampai kutak menemukan tujuan .
Sekarang saja aku nyaris keliru mengatakan siapa pemiliknya , entah kau atau
dia .
Kau bisa menyita seluruh perhatianku
hingga habis tak mampu kubagi dengannya , aku bisa melupakan seluruh
kecintaanku terhadap lelaki yang selama ini kuyakini jodoh terbaik , penemuan
terakhir diujung pencarian .
Ada
yang ini kutanyakan sejak awal , kalau boleh .
Apa alasan yang memaksamu untuk masuk
kedalam hidupku serta istana cinta yang baru saja kubangun ? Kau ingin
pura-pura menjadi tamu , kemudian menyapu pandangan kesekitar istana, kau
mencari barang paling mewah , setelah kau menemukannya , kau membidiknya
perlahan , ingin membawanya pulang dijadikan kesayangan , setelah merasa bosan
, akan kau buang begitu saja .
Seharusnya aku tak pernah mengizinkan
kau masuk , seharusnya aku menutup rapat pintu hati yang ruang didalamnya sudah
terisi .
Ingin sekali aku bicarakan ini empat
mata dengan mu , disatu ruang yang hanya menyediakan waktu untuk suara kita .
Ada banyak hal yang harus kita bicarakan , sambil duduk menyandar membiarkan
kepalamu beristirahat lemah pada kedua kakiku . Sambil mengusap puncak kepalamu
, seblah tanganku menggenggam tanganmu yang kasar . Kedua mata kita saling
bertukar pandang , sesekali tersenyum membuang malu .
Aku suka waktu kita berdua , aku
menghargai setiap pertemuan yang terjadi . Tak kubahas dia , menunda komunikasi
dengan kekasihku yang bodoh itu , yang telah kubohongi , itu demi kau , demi
kau!
Tapi apa yang kau lakukan , kau selalu
sibuk menari-nari diatas keypad telepon genggam . entah membalas pesan siapa ,
yang jelas aku tidak suka itu , kalau boleh jujur . Seharusnya kau bisa menunda
komunikasimu dengan para relasi-relasi yang tak ada sangkut-pautnya dengan kita
, jadikan waktu kita berdua adalah kesempatan paling mahal .
Aku
tak meminta banyak , cukup Hargai pertemuan kita .