Jika mereka hanya sanggup mengenangmu dalam ingatan , aku lebih dari itu . Kalau tak percaya , kau boleh menilik setiap sudut maya yang kupunya ,. disana akan kau lihat seberapa banyak deretan abjad terangkai manis untuk dirimu .
ini persembahan paling special buatmu ,. ke gramedia manapun kamu cari engga akan pernah menemukan . Karena cuma aku yang punya ..
selamat membaca ......
Semalam
tidak ada kunang-kunang yang berdenging disela dedaunan , digaris lautan ,
ombak menggulung tinggi, Langit gelap berkelabu . Bulir kristal bening jatuh
bersamaan , berawal pelan hingga menjad brutal, Hujan.
Hujan sama istimewanya dengan mu , tidak hanya
mampu mengukir pelangi . Tetapi lebih dari sejarah untuk setiap cerita yang ada
. Hujan tidak hanya mampu mengembalikan kenangan untuk beberapa saat hadir di
masa depan , hujan membawa kita kepada semesta yang belum pernah kita terawang
oleh nalar .
Seistimewa hari
senin yang berarti air ,
Penyejuk setiap
bara yang berkobar ,
Jika aku mau ,
aku bisa saja mencairkan hatimu yang sekeras batu
Meluluh lantah
jiwamu yang beku bagai pahatan sosok tegar yang kau letakkan di sudut kamarmu ,
tepat diatas meja berwarna cokelat muda , bersebelah dengan media pengabadian
kisah kita .
Hujan punya
cerita disetiap rintiknya ,
Disana pernah
ada kamu , ada aku , dan kita yang dulu . Saat kau datang kerumahku berlumur
peluh , switer merah jambumu basah , telapak tanganmu dingin nyaris membeku .
Aku tak pernah
takut kepada hujan , hujan takkan membiarkanku mati kedinginan . Kubiarkan
percikan airnya memantul dari primajasa ketika aku menikmati senja di kota
kesayangan , coba kusentuh dengan jemari yang kutempel di jendela . Dingin
sekali , tapi aku menyukainya . Aku mencintai hujan seperti mencintai dirimu
yang begitu dingin karena suka pengabaian .
Walau sama
sejuknya , serupa indahnya , seabsurd wujudnya ,
kau akan berbeda
dalam hadirnya . Bertahan lebih lama , untuk menjadi kekal. Abadi menjadi
penikmatnya , mati bersama pemiliknya , karena kau ada di hati .
jika kita sempat
bertatap mata lagi , ada yang ingin kutanyakan .
kemana saja kau
saat hujan ?
Dimana
persembunyianmu saat badai ?
Jangan bimbang
dengan pertanyaanku , jangan ragu oleh jawabmu
Aku tak menuntut
banyak dari kepergianmu yang meninggalkan lebam , menyisakan suram dan geram
yang menghantam.
Jika kehadiran
hujan bukanlah jadi keinginannya , diapun pergi atas izin penciptanya . Dalam
hal ini , sama kah kau sperti hujan ?
Tidak , kau
hadir atas harapanmu . Meninggalkan telah menjadi niatmu . Walau begitu , kau
tetap istimewa seperti hujan , tetap dirindukan meski suka menyebalkan , tetap
dinanti walau dengan ketakutan .
Sekarang biarkan
aku berpresepsi ,
Hujan adalah
wujud nyata dirimu yang tak pernah ku jumpai , air mata sang langit yang
menyesali , nikmat Tuhan yang ku syukuri .
Untuk kamu yang
kurindukan ,
Sejenaklah engkau
berdiam tuk mendengarkan hujan , jika rintiknya deras hingga menyakitimu ketika
menembusnya saat berkendara, dinginnya menusuk tulangmu dengan sangar , semoga engkau masih mengingat saat
itu engkau pernah berkata cinta masih dengan seulas senyum , semoga engkau
mengingatnya .
Ketika
dulu, masih hujan . Ketika dulu , kau dan
aku masih berdua .
