Selasa, 26 November 2013

KAMU dan BEKAS PACARMU

cerpen ini pernah aku ikut sertakan dalam Lomba , entah Lomba di mana . Aku lupa , karena urusan itu aku  menyerahkan semuanya sama Pak Manager gahool , mau tau siapa ? Ah , nanti aja aku kasih tau . Yang jelas , dia itu tangan di balik bebrapa karya-karya ku yang udah masuk ke dalam draf penerbit , sebagai nominasi lomba untuk beberapa kategori yang sudah di tentukan . :) Yuuuuk read :)


“ Najis , cewe bekasan! Makan tuh bekas gue !!! “ .
Sebuah status Facebook  yang di tulis Gisela tidak lain dan tidak salah di tujukan kepadaku , Gisela belum bisa menerima kenyataan mantan kekasihnya menjadi kekasihku saat ini.
Sekitar dua bulan jejering sosial bernama Facebook menjadi medan perang antara aku dan Gisela beradu status .
“ gue gedek banget tiap gue buka facebook beranda gue  selalu penuh sama status Gisela , dan ga perlu di pertanyakan lagi semua statusnya itu pasti buat Lo atau si Ramon “ tutur Tika membuka percakapan .
“ iya gue juga! , Plus sejak SMP gue benci sama dia . Trus Lo mau diam aja Sha“ susul Windi melanjutkan .
 “ Iya gue tau . Anak itu makin gue diam mulutnya semakin tajam . Udah gitu , dia masih sering ngontak Ramon , menurut kalian gue harus gimana ? aku menghabiskan ice tea yang tinggal setengah.
“ wah , parah . Kenapa engga Lo ngomong sama Ramon aja Sha ? “ saran Tika
“ udah , tapi Ramon Cuma bilang “ iya iya dan iya “ . Mungkin dia juga masih punya rasa sama Gishela . Hubungan mereka kan ga jalan satu atau dua belum sebelum Ramon sama gue, aku menunduk pasrah.
 “ Loga  boleh ngalah Sha , sekarang Ramon pacar lo . milik lo , hak lo . Kemarin gue baca status Gishela , yang so pamer kalau dia udah dekat banget sama keluarga Ramon . “ kata Tere tiba-tiba muncul semakin mengompori .
Mendengar penuturan Tere aku hanya menarik nafas panjang dan,  “ sudah lah , kalau bicara lagi tentang keluarga Ramon dan Gishela emang ga salah kalau mereka sudah saling mengenal dekat .

“ uups , gue salah ngomong yah Sory “ kata Tere membungkam mulutnya sendiri.
 Ahh , Lo dateng-dateng bikin masalah “ semprot Windi dan Tika .  Ya udah ga perlu ngomongin orang ga penting kaya dia , mending kita jalan-jalan ajah yuk “ kata Tere menebus rasa bersalahnya menutup percakapan . Akhirnya kami membubarkan diri dari posisi duduk masing-masing dan melangkah meninggalkan kantin .


 “ Sha  , Tahun baru ikut gue ya sama anak Skate . Rencananya kita akan ke Bogor.” Ajak Ramon mengawali bicara , sementara aku sibuk merazia ponselnya.
 iya boleh-boleh , seru kayaknya. Ke puncak ya ?    balasku antusias.  Iya , tapi kamu ga ada cara sama yang lain kan ? “ .“ Ga ada ko , 24 jam dalam sehari selalu ada waktu yang aku siapkan untuk kamu” kataku lagi tersenyum pada Ramon , lalu kembali merazia ponsel Ramon.
Rupanya Ramon gemas padaku yang  masih sibuk dengan ponselnya ,  Ramon nekat. Lima di kali dua menjadi sepuluh dari jarinya kini menggelitik nakal di tubuhku , aku menjadi geli dan tertawa meminta ampun,
“ Sayaaang,,,sayaang , apaan sih geli tau! Ihhh Ramon , ia tidak memperdulikan , gelitiknya semakin nakal , ia begitu semangat dengan aksinya. Tertawa puas ,  Rasain Lo , makanya jangan main Hp terus “ tegas nya ,  Iyaa..ii..yaaaa ampuun , nanggung bentar lagi sayang “ aku memohon ,
“ Simpan Hpnya baru gue berhenti ,
“ nanggung sayaaaang , tawarku masih tertawa menahan rasa geli . “
“ Okeeeee , lanjutkan !!!” jawabnya matang , tanpa berhenti menggelitik aku yang sudah seperti cacing kepanasan .“Iya..iyaaa , udah udah . Aku simpan hp kamu. “ akhirnya menyerah , meletakan ponsel Ramon di atas meja , tawanya makin pecah melihat aku menyerah . Tanpa basa-basi mendaratkan bibirnya di bibirku, saling bersentuhan . Dua detik saja , berakhir dengan tawa yang masih menyeringai . 
 “ Curang ! “ umpatku ,
            “ tetep aja suka “ ia menjulurkan lidah , kali ini aku yang menggelitik tubuhnya . Selalu ada bahagia saat bersamanya , hadirnya seperti pelangi . Tiba-tiba , setelah hujan dan penuh warna .


            Siang itu , aku bersama Tere tengah menikmati jus dan makanan kecil di kantin sekolah , tiba-tiba ponselku dengan profile silent bergetar sebuah tanda pesan singkat , segera aku meraih ponsel yang tergelatak di meja , sebuah pesan dari Ramon. Aku segera membacanya ,
  “ ada di kosan ?  “ Seketika aku diam , menarik nafas panjang mencoba membasahi rongga dada yang tiba-tiba terasa mengering , pikiranku berkecamuk tidak karuan .
 “ heh , Lo kenapa ? sms dari siapa Sha ? “ gentak Tere membuyarkan lamunanku,
 Ini baca “ aku menunujukan pesan itu pada Tere . “ Oh , Ramon . Ya Lo bales dong . “ jawab nya enteng . Tere , Ramon pasti salah kirim , pasti pesan ini buat Gishela “ . Tere terdiam sejenak ,
“ waaah , iya bener. Parah-parah . Gawat nih Sha . Coba Lo tanya sama Gishela basa-basi. Bukannya dia sekarang udah mulai baik sama Lo “ kata Tere memberi saran . Aku hanya mengangguk kepala . Mengikuti saran Tere  , tanpa membalas pesan Ramon , aku langsung mencari kontak bernama Gishela  kemudian mengirimnya pesan singkat .
“ Gis,  boleh nanya ? “ kataku tanpa basa-basi. Tak lama ponselku bergetar,  aku membuka,
“ Iya , mau tanya apah Sha“ Gishela membalas ramah .
“ Ramon sms lo ga , ngajakin ketemu atau ngapain gitu ? “
“ ohh kebetulan banget , baru aja gue balas sms dia . Dia nanya gue ada di kosan atau ga ? ” Lo bales apa ? “
“ Gue bilang  ada , dan kalau dia mau ketemu . Gue suruh dia ke kosan gue , tapi ga ada maksud apa-apa ko Sha , tadinya juga gue mau bilang sama lo . Lo keburu sms duluan . Sebenernya beberapa minggu ini dia sering ngehubungin gue Sha, minta ketemu . Tapi gue udah males, gue ga respon ko . Sory ya Sha “ . Gishela membalas panjang lebar.

 Beberapa minggu ini sudah terasa ada yang beda dari sikap Ramon , perhatiannya berkurang , jarang memberi kabar dan sudah seminggu ini tak ada dering telefon yang mengusik tidur malamku . Tapi mendengar penuturan Gishela yang berkata ia sudah tak lagi meladeni Ramon , aku sedikit lega , kemudian memberi tahu isi pesan kepada Tere.
Tere membacanya , “ Lo jangan asal percaya sama Gishela ya Sha , lo tetep harus hati-hati “ . Tere berkomentar .
            “ maksud lo ? “ kataku tak mengerti . Bisa aja itu Cuma speak di depan lo , pokoknya sumber info jangan Cuma dari dia . Oke , gue tau lo ngerti maksud gue “ . Tere menjelaskan , aku diam sebentar . Kemudian menatapnya tersenyum .


            Langit berwarna jingga , semakin gelap tertutup awan berkelabu kemudian di susul rintikan hujan menari-nari di atas permukaan tanah kering yang terdiam setia pada posisinya,  tawa mengiringi perjalan ku bersama Tere dan Tika. Yang asyik melintasi setiap sudut jalan dengan sekuter matic kesayangan Tere , namun karena sebuah keributan air masal yang di sebut hujan itu mulai mengusik perjalanan kami  , memakasa Tere menghentikan laju skuter nya ,
 “ duuh , ujan Lagi . Berenti dulu deh Re “ kata Tika memberi saran . Tere yang dari tadi dengan tugasnya memainkan gas sekuter , menuruti apa kata Tika. Di berhentikan sekuter pada sebuah warung kecil ,  sekitar 10 menit hujan mulai mereda .       “ Re, lanjut lagi yuk “ ajakku memberikan kunci motor pada Tere , Tere meraih kunci motornya kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan , pandangan kami menyapu ke sekitar , senja yang indah . Matahari kembali hadir dengan sinarnya yang jingga , langit menguning . Aroma hujan masih terasa membasahi jalan , sisa airnya masih menetes beberapa kali sampai di tubuh kami , kami tertaawa menikmati senja . Tiba-tiba :
 “ Sha ,  
 “ apa ? “ jawabku singkat ,
            “ itu liat , itu Ramon sama Gishela , “ kata Tika memberi tahu , jarinya menunjuk kepada seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berkendara santai di sebrang jalan . Aku melempar pandangan ke arah yang di tunjukan , Tere mengikuti .
            “ Annjirrr , ga salah lagi . Itu Gishela sama Ramon Sha , samperin ! “ sungut Tere.
            “ Samperin !!! “ susul Tika , aku tak menjawab apa-apa , hanya terdiam dengan mulut menganga tak percaya dengan apa yang ku lihat ,
            “ Heh , Berenti Lo “ , perintah Tere kasar ketika sudah menyampingi sepeda Motor Ramon yang melaju santai . Gishela , air mukanya memerah begitu juga Ramon ia sontak mendapati kami telah ada depan matanya .
            “ Berhenti !!! “ kali ini aku yang berperintah , perasaan kaget seolah menampar wajah mereka satu per satu , dengan wajah yang masih memerah . Ramon tidak menghiraukan , ia terus melaju . Gishela sesekali menatap kami ragu ,
            “ berenti gue bilang , Ramon . Atau gue dorong lo sekalian ! “ ancam ku . Wajahnya semakin menjelaskan rasa takut dan perasaan kaget , Tere mempercepat laju skuternya menyusul Ramon , tiba-tiba membuat Ramon kagok dan terpaksa pula ia harus menghentikan laju speda motornya . Aku lekas turun dan mendekati Gishela dan Ramon .  Entah setan apa yang berhasil mendobrak amrahku hingga membuncah, aku melayangkan kelima jari ke pipi Ramon, aku menamparnya penuh emosi .
            “ apa-apaan Lo , berani nampar Ramon ? “ Gishela membuka suara ,
            “ apa Lo ga suka “ tantang Tere mendorong tubuhnya ,
            “ gue ga masalah ya sama Lo , gue masalah sama temen Lo “ . kata Gishela mengalamatkan telunjuknya tepat di depan wajah Tere , kemudian ke wajah ku .
            “ Apa lo , dasar wanita jalang . Munafik lo bangsat “ aku menatapnya tajam ,
            “ Lo berdua , segini aja di belakang gue . Lo , gue kira lo udah berubah , tapi ternyata sama aja , aku bersungut menatap Ramon . Dan lo , ngatain gue cewe bekasan nyatanya apa , lo embat juga bekasan gue kan , cuiiiih !!! . Lanjutku pada Gishela.
            “ Kurang ajar Lo , amarah Gishela mulai terpancing . Ia hampir melayangkan jarinya ke pipiku yang lucu , tapi Ramon menahannya . Suasa semakin memanas , wajah Tere dan Tika makin menegang .
            “ Cukup Gish , cukup !!! “ bentak Ramon dengan tegas ,
            “ ko lo nahan gue , lo belain si cewe bekasan ini hah ?! “ sungutnya pada Ramon ,
Ia tak menghiraukan . Aku puas melihatnya ,
            “ Sha , maafin gue . Gue udah buat lo kecewa, marah dan pasti sakit hati “ tutur Ramon . Bego ! Pake nanya sakit hati , jelas aja . Komentar Tika , lalu Tere mengedipkan mata , menyaratkan Tika untuk diam . Gishela menatapku sengit ,
            “ Gue masih sayang sama Gishela , tapi terlanjur sayang juga sama lo . Gue berat untuk memilih diantara kalian , gue menyayangi kalian berdua. “ lanjut Ramon berkata jujur .
            “ Hah , milih ? Gue ga sudi ngasih pilihan sama cowo yang ga punya pendirian kaya lo . Gue buka cewe pilihan , kalo lo sayang sama dia . silahkan sama dia , gue yang bakal pergi . Gue ga akan jadi benalu untuk kisah cinta kalian yang penuh kemunafikan ini ! kataku menegaskan , menatap Ramon dan Gishela bergantian .
            “ Bagus kalo lo sadar , seharusnya dari dulu lo menyadari kesalahan lo itu , Ramon milik gue dan selamanya milik gue , bukan milik lo . Haha “ Gishela menjawab sinis , ia tertawa puas . Wanita macam yang ada di depanku ini , ia bangga menelan ludahnya sendiri , mengotori paras cantik dengan kotorannya sendiri .
              Jalang lo dasar , puas udah menghancurkan hubungan mereka ! Sungut Tika dan Tere kompak , iya Puas banget . “ balasnya bersemangat . Ramon masih diam , ia menatapku dalam-dalam ,.
“ Sasha maafin gue “ . ucapnya sekali lagi , ku pastikan itu ucapan terakhir untuk pertikaian kami sore itu . Darah dalam nadiku semakin mendidih, aku tak dapat lagi menahan alirnya yang makin memanas , aku tak mau berkomentar apa-apa lagi . Kali ini air mata yang ku biarkan bermanuver, aku muak oleh kelakuan mereka . Langit kembali mendung , mewakili perasaanku yang tercabik-cabik , sebentar lagi langit akan menangis mengantarkan aku kepada perpisahan yang yang tak pernah ku bayangkan , ada rasa sesal yang mendalam dalam wajah Ramon . Seeperti masih ada yang harus ia jelaskan , tapi tertahan oleh perasaan yang telah memenjarakannya pada hati Gishela , kini aku menyadarinya , ada batas cerita dalam dendang kenyataan yang di lantunkan . Dalil cinta yang antara kita dulu tak ingin lagi ku ingat , semua telah padam setelah penghianatan melintas di hati yang sudah ku jadikan rumah Indah untuk Ramon .  Aku memilih perpisahan ini , untuk menemukan sebuah perjumpaan baru . Aku berlalu dari mereka , meninggalkan rasa sakit dan kemunafikan yang menghujani hatiku begitu deras .  Tak hanya itu , kepulanganku di antar pula oleh hujan air yang membasi sekujur tubuhku dan wajah yang telah banjir oleh air mata , Tere dan Tika menyusulku di belakang , mereka menyematkan jari tengah masing-masing ke depan wajah para penghianat itu , Ramon dan Gishela .
“ Haha , mampus lo “ Gishela menyelamati puas.

           

Kota Suka-Suka

06/06/12 Hari ini matahari tidak menampakan wujud nya sama sekali . Hanya rintikan hujan yang ada . Sepertinya hari ini memang untuk ku , untuk kamu juga , untu kita  . Ngga asik banget kan kalau aku dan kamu sudah berdua namun tidak ku sebut menjadi ‘ kita ‘ meski tidak pernah ada sebuah kejelasan dalam status . Masa Bodo aku ngga perduli . Hari ini , kamu membawa ku ke Taman Kota hanya berdua saja ‘ kita ‘ menikmati hijau suasana di sana . Aku sangat nyaman ketika kembali dapat ku sandarkan kepalaku di pundak mu yang kekar , terasa begitu hangat . Menikmati kembali hantgat tubuhmu , mencium bibirmu , mengecup habis telingamu membuatmu berdesah pasrah . Sejujurnya aku rindu dan sangat rindu masa iNdah kita berdua kala masih ada di dalam status yang jelas . Kadang aku menyesali kenapa semua nya harus secepat itu berlalu :’( Sudah lah aku tak ingin mengingat nya  Sepulang dari itu , kamu mengajak ku nonton  . bukan kah kamu tau , yang sangat aku ingin lakukan bersama mu itu nonton , dan hari ini lah saat nya  . Tidak ada lagi yang bisa aku ungkap dan utarakan dari mulutku , aku hanya mampu tersenyum dan menikmati saat manis hari ini . Aku sedih , ketika keluar dari gedung bioskop ternyata hari sudah gelap , sore ini akan segera manjadi malam . Itu tandanya kebersamaan ini akan berahir , dan besok atau lusa entah masih bisa seperti ini atauh tidak . Oyah , kamu tau ? Yang paling bahagia aku dengar dari bibir kamu , ketika kamu bilang “ setiap bersama ku , ke kota manapun . Pasti menjadi kota suka-suka “ Kau tau betapa wajahku menjadi blushing , saat kau berkata itu . Tapi , apa kata-kata itu hanya untuk aku atau kamu beri juga untuk wanita mu yang lain :’( . Terima Kasih cinta untuk hari ini , sudah membuat nya menjadi indah . 