Rabu, 11 Juni 2014

SEHARUSNYA KITA BERTENGKAR SAJA SIANG ITU!!!




          Aku bosan jika lagi-lagi harus bertanya kabar kepada sosokmu yang tak bisa bicara , hadirmu yang sudah tak nyata . Aku tahu , kau pasti baik-baik saja , apalagi setelah tanpa aku . Benar begitu bukan ?
Berbeda denganku , aku merasa kurang . Diriku seperti ganjil , sekarang . Setelah tanpa kamu , tanpa kita . Hatiku meraung rindu seperti beruang lapar ingin keluar dari kandang. Iya , ternyata aku merindukan mu sayang . Hh , masih pantaskah kupanggil kau sayang ?
Kau pasti sudah muak, sudah jijik mendengarnya . Biarlah , lagi pula kau tidak mendengar ini secara nyata .
Tentu saja , segala perbuatan akan menuai timbal balik yang setimpal . Tuhan itu adil. Setelah siang itu , pernahkah kau mengucapsumpah serapah , mencaci keadaan , marah dengan waktu yang sudah menyeretmu kedalam situasi busuk itu ? Seharusnya kita bertengkar saja siang itu . Seharusnya aku mendengarkan seluruh argumenmu , seharusnya kita berhenti disisi jalan untuk sekedar mendengar penjelasan , seharusnya aku tidak mengabaikan kamu , seharusnya kamu tidak melepaskan aku begitu saja . SEHARUSNYA KITA BERTENGKAR SIANG ITU!!!
          Aku menyesal membuatmu pergi , aku menyesal membiarkanmu sakit hati . Sejak mengenalmu , aku sudah merasa kau berbeda . Kau ingat , waktu kau bilang “Aku bersumpah , jika kau mengecewakan aku . Jangan harap kamu bisa melihat aku ditempat biasa , jangan mencariku di rumah hijau, jangan tanyakan kabarku pada mama. Aku terlalu mencintaimu “ Kukira , itu hanya speak semua lelaki yang ingin ditahan pergi , yang ingin dicari-cari , hingga kubuktikan seluruh ancamanmu . Kau buktikan semua itu , kau buktikan kata-katamu , bukan alibi , bukan basa-basi.
Sayang , aku merindukanmu . Rindu serindu-rindunya orang rindu lebih dari umumnya. Aku yang bisa kulakukan setelah kau yang bilang sendiri tidak ingin bertemu , aku harus bagaiaman untuk meredam rindu yang sudah membabi buta menyerang kenangan , menerobos ingatan , sampai sadar betapa menyakitkannya penyesalan.
Dimanapun kau saat ini , semoga kau masih ingat jalan menuju rumahku disebelah rumah kawanmu yang sering kau kunjungi setiap malam minggu , semoga kau masih berharap melihatku memakai sepatu yang tingginya 9cm dengan kemeja biru muda, semoga kau masih hafal destinasi yang sering kita bicarakan ditengah percakapan kita tengah malam , semoga kau masih menyimpan tulisanku dikepalamu yang kau baca waktu kita berada dimalam minggu yang kesebelas .
Mari kita flashback sesaat ya ,
Akhirnya aku harus mengalah pada rindu , meski harus mengakui penuh malu . Semoga masih ada kesempatan bagiku , untuk bertatap mata , bertatap muka dengan kamu , i really miss you be :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar