Aku bosan jika lagi-lagi harus
bertanya kabar kepada sosokmu yang tak bisa bicara , hadirmu yang sudah tak
nyata . Aku tahu , kau pasti baik-baik saja , apalagi setelah tanpa aku . Benar
begitu bukan ?
Berbeda denganku ,
aku merasa kurang . Diriku seperti ganjil , sekarang . Setelah tanpa kamu ,
tanpa kita . Hatiku meraung rindu seperti beruang lapar ingin keluar dari
kandang. Iya , ternyata aku merindukan mu sayang . Hh , masih pantaskah
kupanggil kau sayang ?
Kau pasti sudah
muak, sudah jijik mendengarnya . Biarlah , lagi pula kau tidak mendengar ini
secara nyata .
Tentu saja , segala
perbuatan akan menuai timbal balik yang setimpal . Tuhan itu adil. Setelah
siang itu , pernahkah kau mengucapsumpah serapah , mencaci keadaan , marah
dengan waktu yang sudah menyeretmu kedalam situasi busuk itu ? Seharusnya kita
bertengkar saja siang itu . Seharusnya aku mendengarkan seluruh argumenmu ,
seharusnya kita berhenti disisi jalan untuk sekedar mendengar penjelasan ,
seharusnya aku tidak mengabaikan kamu , seharusnya kamu tidak melepaskan aku
begitu saja . SEHARUSNYA KITA BERTENGKAR SIANG ITU!!!
Aku menyesal membuatmu pergi , aku
menyesal membiarkanmu sakit hati . Sejak mengenalmu , aku sudah merasa kau
berbeda . Kau ingat , waktu kau bilang “Aku bersumpah , jika kau mengecewakan
aku . Jangan harap kamu bisa melihat aku ditempat biasa , jangan mencariku di
rumah hijau, jangan tanyakan kabarku pada mama. Aku terlalu mencintaimu “
Kukira , itu hanya speak semua lelaki yang ingin ditahan pergi , yang ingin
dicari-cari , hingga kubuktikan seluruh ancamanmu . Kau buktikan semua itu ,
kau buktikan kata-katamu , bukan alibi , bukan basa-basi.
Sayang , aku
merindukanmu . Rindu serindu-rindunya orang rindu lebih dari umumnya. Aku yang
bisa kulakukan setelah kau yang bilang sendiri tidak ingin bertemu , aku harus
bagaiaman untuk meredam rindu yang sudah membabi buta menyerang kenangan ,
menerobos ingatan , sampai sadar betapa menyakitkannya penyesalan.
Dimanapun kau saat
ini , semoga kau masih ingat jalan menuju rumahku disebelah rumah kawanmu yang
sering kau kunjungi setiap malam minggu , semoga kau masih berharap melihatku
memakai sepatu yang tingginya 9cm dengan kemeja biru muda, semoga kau masih
hafal destinasi yang sering kita bicarakan ditengah percakapan kita tengah
malam , semoga kau masih menyimpan tulisanku dikepalamu yang kau baca waktu
kita berada dimalam minggu yang kesebelas .
Mari kita flashback
sesaat ya ,
Akhirnya aku harus
mengalah pada rindu , meski harus mengakui penuh malu . Semoga masih ada
kesempatan bagiku , untuk bertatap mata , bertatap muka dengan kamu , i really
miss you be :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar