Sabtu, 02 Agustus 2014

RAIN IS YOU


Jika mereka hanya sanggup mengenangmu dalam ingatan , aku lebih dari itu . Kalau tak percaya , kau boleh menilik setiap sudut maya yang kupunya ,. disana akan kau lihat seberapa banyak deretan abjad terangkai manis untuk dirimu .
ini persembahan paling special buatmu ,. ke gramedia manapun kamu cari engga akan pernah menemukan . Karena cuma aku yang punya ..
selamat membaca ......
          

  Semalam tidak ada kunang-kunang yang berdenging disela dedaunan , digaris lautan , ombak menggulung tinggi, Langit gelap berkelabu . Bulir kristal bening jatuh bersamaan , berawal pelan hingga menjad brutal, Hujan.
 Hujan sama istimewanya dengan mu , tidak hanya mampu mengukir pelangi . Tetapi lebih dari sejarah untuk setiap cerita yang ada . Hujan tidak hanya mampu mengembalikan kenangan untuk beberapa saat hadir di masa depan , hujan membawa kita kepada semesta yang belum pernah kita terawang oleh nalar .
Seistimewa hari senin yang berarti air ,
Penyejuk setiap bara yang berkobar ,
Jika aku mau , aku bisa saja mencairkan hatimu yang sekeras batu
Meluluh lantah jiwamu yang beku bagai pahatan sosok tegar yang kau letakkan di sudut kamarmu , tepat diatas meja berwarna cokelat muda , bersebelah dengan media pengabadian kisah kita .
Hujan punya cerita disetiap rintiknya ,
Disana pernah ada kamu , ada aku , dan kita yang dulu . Saat kau datang kerumahku berlumur peluh , switer merah jambumu basah , telapak tanganmu dingin nyaris membeku .
Aku tak pernah takut kepada hujan , hujan takkan membiarkanku mati kedinginan . Kubiarkan percikan airnya memantul dari primajasa ketika aku menikmati senja di kota kesayangan , coba kusentuh dengan jemari yang kutempel di jendela . Dingin sekali , tapi aku menyukainya . Aku mencintai hujan seperti mencintai dirimu yang begitu dingin karena suka pengabaian .
Walau sama sejuknya , serupa indahnya , seabsurd wujudnya ,
kau akan berbeda dalam hadirnya . Bertahan lebih lama , untuk menjadi kekal. Abadi menjadi penikmatnya , mati bersama pemiliknya , karena kau ada di hati .
jika kita sempat bertatap mata lagi , ada yang ingin kutanyakan .
kemana saja kau saat hujan ?
Dimana persembunyianmu saat badai ?
Jangan bimbang dengan pertanyaanku , jangan ragu oleh jawabmu
Aku tak menuntut banyak dari kepergianmu yang meninggalkan lebam , menyisakan suram dan geram yang menghantam.
Jika kehadiran hujan bukanlah jadi keinginannya , diapun pergi atas izin penciptanya . Dalam hal ini , sama kah kau sperti hujan ?
Tidak , kau hadir atas harapanmu . Meninggalkan telah menjadi niatmu . Walau begitu , kau tetap istimewa seperti hujan , tetap dirindukan meski suka menyebalkan , tetap dinanti walau dengan ketakutan .
Sekarang biarkan aku berpresepsi ,
Hujan adalah wujud nyata dirimu yang tak pernah ku jumpai , air mata sang langit yang menyesali , nikmat Tuhan yang ku syukuri .
Untuk kamu yang kurindukan ,
Sejenaklah engkau berdiam tuk mendengarkan hujan , jika rintiknya deras hingga menyakitimu ketika menembusnya saat berkendara, dinginnya menusuk tulangmu dengan  sangar , semoga engkau masih mengingat saat itu engkau pernah berkata cinta masih dengan seulas senyum , semoga engkau mengingatnya .
Ketika dulu,  masih hujan . Ketika dulu , kau dan aku masih berdua .


Minggu, 06 Juli 2014

CIKAMPEK DAN ISINYA



         
          Selamat pagi sukaseuri , selamat pagi cikampek dan isinya .
Hari ini ada training NEOP batch 1, inclass di kantor cabang . Dengan semangat yang dikumpulkan sejak malam , mau engga mau harus tetap hadir di sini . Entah kenapa , paling malas kalau dioper tugas ke cabang . Selain orang-orangnya yang terlalu masing-masing , juga lingkungannya yang terasa asing .
          Beralih kepada hal lain , dari semua alasan yang membuatku membenci cikampek , ada satu alasan mengapa sesekali kuingin tetap kembali kesini, tentang isinya , tentang ceritanya , tentang sejarahnya .
Aku masih ingat banyak hal dari setiap sudut cikampek yang pernah kulewati , aku masih ingat ketika laki-laki itu menjemputku didepan indomart depan rumahsakit , diatas aspal yang masih basah karena hujan semalam , kau membawaku dengan sangat hati-hati ,  khawatir noda-noda itu membercaki kakiku . Are you remember ?
Minggu berikutnya saat aku masih ada di masa orientasi kerja , setiap sore kau menunggu di sebelah kantor, mungkin bosan , atau kesal , tapi kau tetap sabar :’)
Sambil mencuri-cari waktu , selalu saja kamu menculikku kerumahmu , bertemu mama , dan kedua adikmu . Kalau boleh jujur aku suka keterlibatnku diantara kau dan mereka , hangat , nyaman . Aku selalu merindukan mereka . Tapi sekarang , kau dan mereka apa kabar yaaaaa?
Sembilan puluh hari lebih kita tidak jumpa , tak berpadu dalam suara sekalipun. Adakah kau merasakan hal yang sama ?
Rinduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu hey tuan.
Bukannya aku masih berharap denganmu , bukan sekali lagi ingin merajut cinta di masa lalu , bukan juga ingin mengganggu hari sibukmu . Aku hanya rindu berbagi denganmu , perasaan ini hanya soal rindu . sungguh tak lebih dari ituuuuuu.
Semoga selalu , cikampek saksi dari semua sejarah yang pernah kita buat disana , semoga selalu jalan macet itu menjadi pengawet kebersamaan kita yang dipersingkat waktu , dan semoga hujan di dalam rumah Allah saat ituuuuuu , penyejuk bagi perasaan aku dan kamu , masing-masing , ketika kembali teringat segala kenangan itu .
Terima kasih

Rabu, 11 Juni 2014

SEHARUSNYA KITA BERTENGKAR SAJA SIANG ITU!!!




          Aku bosan jika lagi-lagi harus bertanya kabar kepada sosokmu yang tak bisa bicara , hadirmu yang sudah tak nyata . Aku tahu , kau pasti baik-baik saja , apalagi setelah tanpa aku . Benar begitu bukan ?
Berbeda denganku , aku merasa kurang . Diriku seperti ganjil , sekarang . Setelah tanpa kamu , tanpa kita . Hatiku meraung rindu seperti beruang lapar ingin keluar dari kandang. Iya , ternyata aku merindukan mu sayang . Hh , masih pantaskah kupanggil kau sayang ?
Kau pasti sudah muak, sudah jijik mendengarnya . Biarlah , lagi pula kau tidak mendengar ini secara nyata .
Tentu saja , segala perbuatan akan menuai timbal balik yang setimpal . Tuhan itu adil. Setelah siang itu , pernahkah kau mengucapsumpah serapah , mencaci keadaan , marah dengan waktu yang sudah menyeretmu kedalam situasi busuk itu ? Seharusnya kita bertengkar saja siang itu . Seharusnya aku mendengarkan seluruh argumenmu , seharusnya kita berhenti disisi jalan untuk sekedar mendengar penjelasan , seharusnya aku tidak mengabaikan kamu , seharusnya kamu tidak melepaskan aku begitu saja . SEHARUSNYA KITA BERTENGKAR SIANG ITU!!!
          Aku menyesal membuatmu pergi , aku menyesal membiarkanmu sakit hati . Sejak mengenalmu , aku sudah merasa kau berbeda . Kau ingat , waktu kau bilang “Aku bersumpah , jika kau mengecewakan aku . Jangan harap kamu bisa melihat aku ditempat biasa , jangan mencariku di rumah hijau, jangan tanyakan kabarku pada mama. Aku terlalu mencintaimu “ Kukira , itu hanya speak semua lelaki yang ingin ditahan pergi , yang ingin dicari-cari , hingga kubuktikan seluruh ancamanmu . Kau buktikan semua itu , kau buktikan kata-katamu , bukan alibi , bukan basa-basi.
Sayang , aku merindukanmu . Rindu serindu-rindunya orang rindu lebih dari umumnya. Aku yang bisa kulakukan setelah kau yang bilang sendiri tidak ingin bertemu , aku harus bagaiaman untuk meredam rindu yang sudah membabi buta menyerang kenangan , menerobos ingatan , sampai sadar betapa menyakitkannya penyesalan.
Dimanapun kau saat ini , semoga kau masih ingat jalan menuju rumahku disebelah rumah kawanmu yang sering kau kunjungi setiap malam minggu , semoga kau masih berharap melihatku memakai sepatu yang tingginya 9cm dengan kemeja biru muda, semoga kau masih hafal destinasi yang sering kita bicarakan ditengah percakapan kita tengah malam , semoga kau masih menyimpan tulisanku dikepalamu yang kau baca waktu kita berada dimalam minggu yang kesebelas .
Mari kita flashback sesaat ya ,
Akhirnya aku harus mengalah pada rindu , meski harus mengakui penuh malu . Semoga masih ada kesempatan bagiku , untuk bertatap mata , bertatap muka dengan kamu , i really miss you be :’)

Selasa, 01 April 2014

Hargai Pertemuan Kita



Hayooooo , siapa yang lagi galau . Yang tadi malam curhat sampe terisak-isak :P

            Andai kau bisa lebih peka , lebih paham , lebih mengerti hal yang kurasa . Mungkin akan terasa lebih mudah bagi kita untuk tetap saling menjaga perasaan yang sebenarnya sama-sama terluka .
Kau mau tahu tidak , seberapa hebatnya dirimu memotori perasaanku ? Kau , sampai bisa membuatku kehilangan arah untuk  kembali ke tempat pemilik hati yang selama ini kutinggali , aku lupa . Aku tidak hapal kemana arahnya , entah belok kiri , atau belok kanan atau harus terus lurus sampai kutak menemukan tujuan . Sekarang saja aku nyaris keliru mengatakan siapa pemiliknya , entah kau atau dia .
Kau bisa menyita seluruh perhatianku hingga habis tak mampu kubagi dengannya , aku bisa melupakan seluruh kecintaanku terhadap lelaki yang selama ini kuyakini jodoh terbaik , penemuan terakhir diujung pencarian .
            Ada yang ini kutanyakan sejak awal , kalau boleh .
Apa alasan yang memaksamu untuk masuk kedalam hidupku serta istana cinta yang baru saja kubangun ? Kau ingin pura-pura menjadi tamu , kemudian menyapu pandangan kesekitar istana, kau mencari barang paling mewah , setelah kau menemukannya , kau membidiknya perlahan , ingin membawanya pulang dijadikan kesayangan , setelah merasa bosan , akan kau buang begitu saja .
Seharusnya aku tak pernah mengizinkan kau masuk , seharusnya aku menutup rapat pintu hati yang ruang didalamnya sudah terisi .
Ingin sekali aku bicarakan ini empat mata dengan mu , disatu ruang yang hanya menyediakan waktu untuk suara kita . Ada banyak hal yang harus kita bicarakan , sambil duduk menyandar membiarkan kepalamu beristirahat lemah pada kedua kakiku . Sambil mengusap puncak kepalamu , seblah tanganku menggenggam tanganmu yang kasar . Kedua mata kita saling bertukar pandang , sesekali tersenyum membuang malu .
Aku suka waktu kita berdua , aku menghargai setiap pertemuan yang terjadi . Tak kubahas dia , menunda komunikasi dengan kekasihku yang bodoh itu , yang telah kubohongi , itu demi kau , demi kau!
Tapi apa yang kau lakukan , kau selalu sibuk menari-nari diatas keypad telepon genggam . entah membalas pesan siapa , yang jelas aku tidak suka itu , kalau boleh jujur . Seharusnya kau bisa menunda komunikasimu dengan para relasi-relasi yang tak ada sangkut-pautnya dengan kita , jadikan waktu kita berdua adalah kesempatan paling mahal .
            Aku tak meminta banyak , cukup Hargai pertemuan kita .
           

Rabu, 19 Februari 2014

Satnight @home



Sabtu , 4 januari 2014
            Kebetulan itu enggak ada, segala yang terjadi adalah atas perencanaan Tuhan. Tangan Tuhan mampu mendekatkan hal yang sangat jauh , bahkan memisahkan yang telah begitu dekat sekalipun .
            Di penghujung 2012 , Tuhan memperkenalkanku dengan lelaki yang usianya satu tahun lebih muda , tubunhnya tinggi semapai , berat badannya sepadan tinggi badannya . Seperti lelaki yang pernah kutemui sebelumnya , matanya sipit , rahang panjang dan dadanya yang tegas , sempurna membuatnya rupawan . Setiap inci dari pergerakan bibir yang tipis menyungging seuntai senyum , tak memberiku alasan untuk tidak membalasnya .
            Padahal kita baru saling mengenal , setiap kalimat yang diucapkan memaksaku mendengar dan mencerna setiap kata-demi kata yang keluar . Kita membicarakan hal yang wajar , memberi perhatian dalam batasan normal , tak ada yang berlebihan . Hanya saja , dari caranya menatap mataku saat bicara , anggukan kepala persekian detik ketika wajahku berkspresi, menjelaskan dirinya paham apa yang kubicarakan .
            Logat sunda mengikat kental dalam dirinya . Aku suka orang sunda ,  setiap kalimat yang keluar  dari bibir tipis lelaki berzodiak Aries itu , sesekali tersemat istilah sunda yang kedengarannya lucu . Aku mengerti apa yang dia sampaikan ketika bicara bahasa sunda , hanya tak bisa melafalkannya dengan lidah jawaku . Heheh . Dia berkata sama ketika aku menantangnya bicara dengan bahasa jawa.
            Aku menyukainya lebih dari melihat senyum dan pergerakan bibirnya, dia mampu menghargai pertemuan perdana kita malam itu . Tak ada cacat sedikitpun dari sikap dan bahasa tubuhnya ketika berinteraksi . Kecuali suara yang bergetar , karena gerogi .  Di dekatnya aku merasakan nyaman , teduh , dan hangat .
Aku menyadari betul , rasanya terlalu cepat jika kusebut ini cinta. Sebuah keterikatan rasa yang mengaitkan antara batin keturunan adam dan hawa . Lagi pula aku juga tak berani berasumsi seperti itu , aku masih takut memulainya . Sesungguhnya tak bisa kuhindari lagi seluruh perhatianku yang tertuju padanya , ada getaran kecil mengetuk-ngetuk perasaanku . Belum lagi perut mulas luar biasa sedetik sebelum ku melihat sorot mata beningnya . Siapapun kau yag membaca ini , pasti pernah merasakan yang kurasa saat ini .
            Aku merasa kembali normal , setelah kurang lebih 17 bulan tidak  mengenal perhatian . Aku kembali merasakan hal yang bisa membuat orang setengah gila menjadi buronan cinta , terus berlari , menghindari , apalah daya . Kehendak Tuhan tak bisa melindungi takdir kita sendiri . Persembunyianku di temukan , aku di tangkap , tersekap di dalam hatinya .