Lebih menyenangkan meng-share
unek-unek hati itu sama cowok . Tapi yang udah di anggap sahabat malah berbalik
menyatakan cinta . Itu bukan hal yang lucu atau romantis sama sekali . Aku
kesal , marah , murka . Kenapa mereka sampai hati melakukan itu . Walau aku
engga tau apa yang mereka katakan itu murni dari hati atau sekedar basa-basi .
Dalam sebuah percakapan panjang yang melibatkan banyak social media , tweeter ,
facebook , line bahkan Blackberry Messanger . Aku selalu bersikap dingin sama
mereka , meski engga sedingin menikmati Ice Cream setelah minum kopi panas ,
itu bikin linu.
Meski lebih sering menyediakan
telinga dari pada membuka suara , aku bersikap sewajarnya kepada mereka ,
layaknya sahabat yang seharusnya memberi support
dan berkata cinta di saat mereka down
. Tapi cinta ini memang untuk sahabat , kalian pasti paham dan tau bagaimana
membedakannya bukan ? Tentu , kalian luar biasa . Aku engga pernah bermanis
manja mengeluhkan kegetiran hatiku sama mereka , apa lagi sampai membuat mereka
jatuh cinta . Itu sama sekali engga pernah ada dalam draf kegalauanku .
Seharusnya mereka tau , dengan yang mereka
melakukan itu . Berkata cinta di setiap waktu , mengemis asmara di sela
percakapan panjang yang sudah membosankan betapa menyakiti hatiku tanpa mereka
sadar . Aku berkali-kali menegaskan tentang hal itu , menegaskan kekecewaanku
terhadap mereka , tapi mereka tak mendengar . Mereka hanya melihat , betapa aku
pernah menjadi sangat manis ketika rela menyediakan pundak dan telinga untuk
bersandar . Aku sangat rela melukakan itu , karena ku anggap mereka sahabat .
Aku mencintai kawan-kawan baikku .
Lama-lama
aku kesal pada ketidakmengertian mereka yang di buat-buat atau kenyataannya
mereka adalah laki-laki yang engga P.E.K.A . sekali lagi PEKA . Ketidak-PEKAan
itu membuat mereka bodoh . Aku berjuta kali menebar sejuta kode maksimal agar
mereka berhenti dan kembali berbalik dari jalur cinta yang ingin di lewati .
Sudahlah ternyata aku muak , aku muak menerimanya . Bukannya aku tak lagi
membutuhkan cinta , tapi aku sudah tak bisa melihat perasaan cinta seorang laki-laki
yang tulus murni tanpa melukai . Ku kira semuanya sama , meski ada 1:10 yang
berbeda. Bayangkan saja , di saat mereka punya masalah dengan kekasihnya mereka
adatang kepadaku . Menceritakan semua kegundahaan hatinya, aku mendengarnya
dengan seksama dan penuh antusias . Mereka lebih sering berkata bosan dan jenuh
dengan kekasihnya . Tapi aku mencoba memberi pertimbangan-pertimbangan positif
agar mereka engga akan menyesali pernyataannya hari ini . Mereka engga
mengindahkan nasehat-nasehatku , malah berbalik mengungkapkan kata cinta .
Hello boy , bagaimana aku bisa mempercayai mulut besarmu , jika di sampingmu
masih ada wanita yang singgasana hatimu sebagai kekasih , di belakang itu kau
berkata cinta kepada wanita lain ?.
Lalu
apa bedanya jika nanti aku tertipu muslihat mereka , terjebak rayuan-rayuan yang sudah mereka
obral kepada banyak wanita , aku akan merasakan hal sama . Ah , klasik .
Sesungguhnya
aku sudah engga mau membuang waktu untuk memikirkan cinta . Tak pernah ada
ujung dan endingnya . Menyadari diriku belum cerdas secara emosi , aku
melakukan halnya berutal tanpa pertimbangan matang . Delcont kontak bbm ,
unfoll tweeter , block facebook dan line . Ku rasa itu ide yang bagus untuk
menarik diri dari mereka . Aku bukan sombong , hanya engga mau di bilang
pemberi harapan palsu . Lebih baik D kemudian endchat dari pada R tanpa Reply .
Lebih aku aku meninggalkan tanpa tahu lebih banyak isi hati mereka dari pada
aku membaca hanya untuk sekedar tau , tanpa membalas perasaan mereka . Kalau
yang sudah di jelaskan ternyata belum juga membuat mereka kunjung mengerti .
Seperti aku yang terabaikan .
Laki-laki yang setengah hidup ku cinta dan ku nanti . Dia bahkan engga pernah
mau tahu tentang perasaan dan apapun yang aku alami . Awalnya aku rasa ini
terlalu kejam , tetapi setelah merasakan sendiri . Ini keputusan yang benar .
Sekeras apapun aku berteriak sakit hati , dia tak akan menerima kesalahan
sebagai terdakwa yang telah menyakiti . Karena pada prinsipnya dia engga pernah
tau bahkan engga mau tau tentang cewek yang merasa dirinya korban . Kesalahan
hanya ada pada pihak itu yang tak jera untuk menunggu .
Semoga kalian mengerti dengan ini ,
aku bukan bermaksud sombong . Aku ingin semua normal seperti awal , tak ada
cinta yang menjadi jeda untuk kedekatan kita .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar