Selamat Pagi Bunda .
Seperti
biasa , untuk subuh yang masih lekat dengan malam , tanah yang masih basah oleh
embun , dan matahari yang masih malu-malu keluar . Bunda orang pertama yang ku
temukan lewat sepasang bola mata, saat masih di perbaringan nyaman di dalam
kamar . Kadang bunda masih tertidur lelah , dengan mulut menganga , sedikit
merintih menahan sakit yang mengakar pada tubuh bunda . Kadang , bunda sudah
duduk bersimpuh di atas sajadah hijau , tertunduk memohon segala harapan
terbaik untuk enak-anaknya . Sesekali aku mendengar bunda menarik nafas panjang
, menahan beberapa lama . Isak tangis keluar bersama berjuta beban di dada
bunda .
Pagi tadi , saat aku bangun lebuh
dulu dan melihat bunda masih lelap bersama mimpi indahnya . Ingin sekali
rasanya menyentuh pipi bunda dengan lembut , menginterupsi mimpi bunda
pelan-pelan , ucapan pertama “ Selamat Hari Ibu “ kepada bunda yang akhirnya
terbangun keheranan . Tapi aku tak kuasa melakukan itu , mungkin malu atau
gengsi entah apa penyakit hati yang tak wajar itu . Aku Cuma bisa melakukan itu
lewat tulisan ini , bertiak di dalam kertas ini , berlarian di atas keyboard
untuk menyampaikan salam sayangku kepada bunda . Batapa pengecutnya anakmu ini
bund.
Bunda ,
Maafin
aku , bunda marah aku balik marah .
Bunda
diam , aku banyak bicara .
Bunda
nangis , aku diam .
Bunda
tertawa , aku mencela .
Bunda
tersenyum , akupun bangga .
Sering kali bulir kristal bening
yang keluar dari kelopak mata bunda , terjatuh
lemas atas kesalahanku . Sering kali aku membuat wajah bunda merah padam
menahan geram . Sering kali aku membuat bunda mengucap sumpah serapah
mengerikan . sering kali aku menyakiti bunda dengan umpatan ku diam-diam di
belakang telinga bunda .
Aku
buat bunda menangis , tak pernah buat bunda bangga .
Aku
buat bunda bersedih , tak pernah buat bunda gembira .
Saat
dekat , aku tak pernah punya waktu membahagiakan bunda .
Saat
jauh , baru terasa kalau aku merindukan pelukan dan ciuman bunda malu-malu .
Aku sering kali tak percaya dengan
ungkapan cinta bunda , meniadakan bukti-bukti cinta yang nyata . Padahal , aku
hanya tak menyadarinya . Aku terlalu gengsi mengakui kelemahanku di depan bunda , aku ingin terlihat benar dan besar di mata bunda , aku ingin terlihat baik tanpa dosa
untuk bunda .
Saat aku terkapar sakit , bunda
sibuk menyediakan ini itu . Bunda engga pernah cape menyuruhku makan dan minum
obat meski ku tolak kasar-kasar . Padahal , aku bisa dengar . Di dapur bunda
menangis , mengeluh sendiri . Merasakan sakit lebih dari yang kurasa , bunda
pura-pura kuat agar aku sembuh , padahal apa bunda sendiri merasa sembuh ?
Aku Cuma anak yang paling kurang di
antara anak-anak lain , apa lagi kedua anak-anak bunda yang tidak lain kakah-kakakku
tersayang . Aku hanya yang paling menyebalkan bagi mereka , aku hanya yang
paling engga tahu diri bagi keluarga kita . Aku Cuma , Cuma seonggok sampah di sudut mata bunda .
Semoga
Allah selalu memberi kesehatan untuk bunda , semoga Allah sayang bunda seperti
bunda sayang kita , aku aa dan teteh . Bunda yang kuat ya , selalu sehat ,
panjang Umur . Harus bunda tahu , aku sayang banget sama bunda . Engga ada yang
bisa mengerti aku selain bunda , meski kadang bunda kepoin dengan engga
manusiawi , dan aku merasa sebal . Tapi aku seneng , betapa bunda ingin tahu
segala hal dan perkembangan yang sedang di rasakan buah hati kesayangannya .
Terus seperti ini bunda , selalu doain aku agar bisa sukses supaya bisa
bahagiain dan jadi kebanggaan bunda dan ayah .
Maaf untuk semua kekhilafanku yang
telah membuat sayatan perih di hati bunda , aku tak pernah samapi hati
melakukan itu . Bersama aa dan teteh , kami mengucapkan selamat hari ibun untuk
malaikat tanpa sayap kami .
I Love u Emih , Dd sayang emih J
Love U juga Abah , dd sayang abah J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar