Ini puisi pertamaku yang terekomendasi oleh penerbit @rasibook untuk di bukukan bersama tulisan 68 peserta lain yang mengikuti Lomba menulis puisi untuk indonesia .
Ga pernah nyangka dan ngira-ngira , ternyata malah jadi kejutan yang ga terduga .
Terima Kasih buat laki-laki yang sering kali ku sebut Nathan dalam setiap percakapan bersama mereka , ini semua berkatmu dan atas izin ALLAH tentunya :)))
Selamat membaca ,
Bangsaku, aku pelita yang di besarkan dengan segala nikmat Tuhan atas
negeriku, aku dilahirkan dari perut ibu penerus kartini mu.
Indonesiaku, Akulah generasi setelah mereka yang mati, aku akan menjadi pahlawan mu.
Bumi pertiwi, jika dunia bicara kita belum merdeka aku tak percaya,
jika bangsa belum mengakui kemenangan aku tak percaya, saudaramu belum
menyadarinya, semesta telah membuktikan Indonesia adalah surga dunia
bagiku.
Aku belum cukup kuat menjadi Garuda yang bisa terbang membawa
Indonesia keliling dunia, aku belum cukup indah menjadi mawar yg
wanginya mengharumkan namamu, Indonesiaku.
Aku hanya masih menjadi semut yang mencari makan pada musim panas
untuk bertahan hidup saat msim dingin. Aku mencintaimu laksana pantai
(airlaut) ,kemanapun arus membawa , setinggi apapun ombak mnggulung aku
tetap menjadi air laut yang bersatu dengan arus dan ombak, mereka saling
membutuhkan. Seperti kita butuh Indonesia juga sebaliknya, pantai butuh
ombak, ombak butuh arus.
Merdeka bukan sekedar kata, tapi dalam maknanya punya bukti atas
perjuangan bangsa, berkibarlah merah putihku, tulisan ini kujadikan
bukti rasa cintaku pada tanah airku, merdeka dan semakin jaya
indonesiaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar