Tak sengaja lewat depan rumahmu , ku melihat ada
tenda biru . di hiasi indahnya janur kuning ,
Oh
, akhirnya , Waktu sudah membuktikan . Kini , kau tak lagi sendiri , sudah ada
teman untuk hidupmu yang kesepian , hidupmu yang butuh kasih sayang , itu dulu
tepatnya . Ketika kau dan aku masih terlibat dalam sebuah kisah yang tak
terduga .
Sejak kita masih bersama , sudah
banyak kebohonganmu yang ku tolerir setengah mati . Tentang janji-janji yang ga
pernah kau tepati , tentang cita-cita yang kau hancurkan sendiri . Sadarkah ?
Seperti biasa , tanpa berdosa , kau selalu kembali untuk bercerita hal yang
sama , tentang sandiwara yang tak pernah kau mengerti sendiri alur ceritanya .
Dan , aku. Aku dengan sabarnya menyediakan telinga , bukan karena aku percaya .
Tapi kasian .
Aku fikir , aku sudah sehebat mantan
istri Bambang Trihatmojo . Pergi dengan senyuman , mengikhlaskan penghianatan.
Sore itu , ku terima undangan merah jambu ada beberapa gambar dirimu bersama
kekasih lama , senyum segar merekah pada bibir kalian berdua , dapat ku
asumsikan , kau telah meyakini pilhan hatimu begitu juga dirinya , kau telah
menunggu hari di mana Tuhan telah mengikatkan sunnahnya atas kalian berdua
.
Kenyataan
yang ku hadapi hari ini seperi mendapat surprise tak terduga , aku tak bisa
berkata apa-apa . Aku harus mengakuinya
, setidak-tidaknya mulutku bicara “ TIDAK CEMBURU” , tapi hati tetap memaksaku
untuk berkata “ IYA AKU MARAH “ . Hah , lucu ya , ternyata aku munafik .
Perasaan cemburu itu sudah tidak ada , sama sekali . Akupun sudah mengikhlaskan
semua yang telah terjadi antara kita , kita ber3 . Aku , kau dan kekasih lamamu
.
Ternyata aku marah , mengikhlaskan saja tidak
cukup memaksakan hati untuk memaafkan . Iya , aku belum memaafkan kau dan dia .
sejauh kita telah lama berpisah , sejauh kau telah berada dalam jarak yang
benar-benar jauh dengan ku , kau belum pernah sama sekali mengucapkan kata
maaf, atau sekedar mengakui kesalahan mu dengan kekasih lamamu , kalian kalian
tak pernah mengakuinya .
Pernahkah
kalian mengingatnya , aksi kalian yang menjijikan . Sebuah penghiantan yang
kalian lakukan dengan cara engga fair banget , aku baru menyadarinya , semua
ini tak adil bagiku . Aku juga tak mengerti kenapa amarahku ingin meluap dengan
liarnya , aku harus bilang kalau ini benar-benar
menjijikan , aku menyesal tak berbuat apa-apa saat itu , tak menuntut balas
atas aksi kalian berdua . Karena ku fikir, saat dimana kau kembali menemukan
mainan lamamu , aku merasa baik-baik saja bahkan lebih dari dari perasaan
mengikhlaskan tetapi belum memaafkan .
Kembali lagi kepada IKHLAS , aku
benar-benar ikhlas melihat kalian bersama . Bahkan ini yang ku nantikan sejak
dulu , aku ingin melihat kalian bersanding di pelaminan , kemudian aku datang ,
saling bersalaman , berfoto bersama dalam suka , lalu membukukannya kedalam
cerita , yang ku sebut Aku , Kau dan kekasih lamamu .
Meski sulit begitu berat , aku
mengutuk diriku untuk memafkan masa lalu yang hanya tinggal sejarah , tak ada
gunanya aku mencaci penyesalan ku yang terlambat memanfaatkan waktu . Semoga
kalian bahagia dengan keluarga kecil kalian , dan menyadari apa yang telah ku sesali
.
HAPPY WEDDING .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar