Subuh itu,
Ketika
matahari masih pada persembunyiannya , ketika gelap masih enggan berlalu , dan
matahari masih malu-malu menghangatkan sinarnya , seperti biasa mataku masih
sulit tidur sebelum awan putih sedikit menampakan wujudnya .
Sepertinya
pagi itu beliau mulai mengerti dengan keadaanku , paham dengan perasaanku .
Gejolak rasa penasaran yang yang dapat lagi ia tutupi akhirnya membuncah juga .
Masih sangat berat ku ceritakan semuanya , ku ungkap pengakuan yang memalukan ,
menyakitkan!! Aku bercerita tentang laki-laki yang menjadi sebab atas
kesedihanku, kebimbanganku , air mataku . Ku ceritakan semuanya , rasa gengsi
karena mencintai sebelah hati tak ku hiraukan lagi , aku tak perduli dengan
yang sering beliau katakan dulu , beliau memiliki anak bungsu yang cantik ,
begitu banyak laki-laki yang menginginkan anak kesayangannya , aku . Nyatanya ,
aku membuktikan kalau perkataan beliau salah. Akhirnya , aku menangis sejadi-jadinya sambil
memeluk beliau , ku tenggelamkan kepalaku di dadanya , dengan sayang tulus tak
ragu ku merasakan belai tangan yang menyentuh rambutku perlahan .
“ Kamu
cantik , banyak yang menginginkan mu . Sayang padamu , bahkan ada yang rela
melakukan sesuatu dengan cara yang konyol hanya demi mendapat perhatianmu .
Kenapa masih laki-laki itu , laki-laki yang tak perduli dengan mu . Lupakan dia
. “ Beliau sedikit menegaskan , aku tak ingin bicara apa-apa , saat itu yang ku
ingin hanya menangis sejadi-jadinya , dan meluapkan segala emosi yang sudah ku
pendam bertahun lamanya .
“ Kamu harus
, sadar . Kamu dan dia seperti langit dan bumi . Dan sadar , kamu itu tidak
pernah di harapkan untuk mengharapkan dia , lupakan dia “ . Hening , aku
seperti di sambar petir , tubuhku menggigil. Tangisku makin menjadi memecah
kesunyian pagi itu , penegasan beliau begitu menyakitkan . Cukup menyadarkan ,
tapi betapa hatiku sakit jika benar memang aku gadis yang tak di harapkan sama
sekali untuk berharap pada laki-laki itu “ . Aku sungguh tak bisa bicara
apa-apa lagi , ku rasa beliau paham jika air mata sudah menjelaskan semuanya .
Jika ada
pilihan , kepada masa lalu jangan pernah kenalkan aku kepada laki-laki yang
sekarang ku kenal ia sebagai pengecut , laki-laki yang hanya berlindung pada
janji. Tapi Tuhan , bagaimanpun buruknya ia di mata ku dan mereka bahkan di
mata beliau . Laki-laki itu selalu ku lindungi dengan kenangan , ya kenangan
bersamanya dulu begitu baik ,manis , indah . Karena aku tidak mengenal ia yang sekarang
dalam nyata , ia yang suka pada pengabaian dan mencintai air mata .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar