Untuk
laki-laki yang selalu ku rindukan ,
Kamu , apa kabar ? Hah ,
pertanyaan klasik . Tanpa perlu ku tanyai aku sudah tau jawabannya , sejauh pantauanku
secara diam-diam kamu selalu baik-baik saja . Bahkan lebih baik setelah tanpa
aku . Wah , tentu sudah lama sekali jika ku buka lagi ingatan saat kita masih
berrsama .
Dalam
sudut yang sama , kita sudah berbeda . Kamu giat menyakiti , aku menikmati . Ku
fikir melupakanmu semudah menyingkirkan ingatan-ingatan bersama mereka sebelum
kamu , di luar itu semua ini lebih sulit
. Karena terlalu sayang , aku bicara kepada diriku bahwa semua ini akan-baik
saja, aku percaya pada keyakinanku untuk memaafkanmu . Lalu , telah tiba di
mana saat-saat aku menyesali keputusanku dan membenci diriku sendiri . Aku ga
tau mana yang lebih kuat , rindu atau amarah . Jadi kurasa , akan lebih aman
untukku berlari pergi . But , everything
always reminds me of you .
Bahkan sampai hari ini , tiap kali
aku mengingat namamu . Mengingat apa yang telah kau perbuat , membuat seluruh
tubuhku penuh rasa amarah . Aku merasakan bulir air mata mengalir tanpa bisa ku
tahan . How i move on when i’m still in
love with you ? Dalam suramnya
kenangan , kadang aku ingin bisa berada di atas awan-awan yang berarak dan
melihat cahaya matahari menyusup di sela-sela kumpulan awan , aku merindukan
sesuatu yang bisa ku sebut indah , selain wajahmu .
Aku
menyukai setiap pertanyaan yang mampir , mereka masih bertanya tentang kamu .
Lalu masih pantaskah ku beri tahu kepada meraka , informasi tentang kamu yang
sebenarnya jika ku jawab itu semua seperti membuka luka yang sudah ku tutup
dengan Band-Aid. Engga kelihatan tapi belum sembuh . Meski telah ku maafkan ,
tapi seumur hidup aku ga akan pernah bisa melupakan . Hingga pada saat-saat
tertentu bayangan itu akan kembali m,uncul dan rasa sesak itu kembali datang .
Siapa yang tahu , jika kenangan berdua bercanda dan bercerita saat masih
bersama , masih ku beri posisi paling aman di sudut hati yang kondisinya sudah
hampir mengering .
Aku ingin menyadarkan diriku sendiri , jika
semua ini sekedar ingatan yang harusnya dilumpuhkan . Harusnya ku musnahkan
.Kamu terlalu keras , hatimu terlalu beku . Semestinya tak pernah ada masa
depan yang kau janjikan , tak ada mimpi yang kau rancang jika pada akhirnya kau
harus meninggalkan dan menghancurkan mimpi itu sendiri . Kamu dengan santai nya
berjalan meninggalkan , aku tergopoh berlari mengejar.
Seperti yang sudah kita tahu ,
satu-satunya hal yang bisa menyembuhkan patah hati adalah waktu . Waktu tak
pernah memberi toleransi untuk kembali kepada masa lalu , meski langkahnya
pelan tapi pasti . Ya Pasti , pelan tapi pasti aku harus menuju masa depan
berjalan kedepan , dan meninggalkan bayanganmu tertinggal di belakang .
Biar bagaimanapun , aku harus mengakui
perasaan yang ku miliki untukmu belum hilang . Dengan berat hati aku akui kalau
sebenarnya aku belum move on .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar