Sial..sial.sial , kenapa rasa sakit itu
masih ada ? Sesak itu masih menjalar di
dada . Kenapa ? Aku ingin mengutuk kenyataan yang tak berpihak kepadaku , aku
benci situasi di mana aku harus mendapati sesuatu yang tidak pernah aku
harapkan . Aku benci mendengar ini semua , kau tahu . Benci aku benci sebenci-bencinya
.
Ku
dengar fakta yang sudah ku duga , tapi pernyataan mereka memperjelas dugaan
yang masih tanda tanya . Di depan mereka aku tertawa , apa yang aku tertawakan
. Sebenarnya aku menertawakan diriku sendiri. Diriku yang sudah cukup kuat
bertahan dalam pengabaian .
Sebuah
pertanyaan selalu berawal dari “kenapa” , ya kenapa bukan aku ? Kenapa harus
dia , dan kenapa bukan kita ?
Kenapa bukan aku yang kau temui malam
ini , kenapa harus dia yang kau ratukan di depan meraka , kenapa bukan kita
yang membuat dunia iri akan kisah kita ? Aku benci ini semua, malam ini
seharusnya aku bisa berteriak kencang menembus langit ke tujuh untuk
memuntahkan emosi yang mengendap dalam jiwa .
Seharunya
aku sadar , hidupku tidak hanya untuk dia . Tapi untuk diriku sendiri , aku
masih berhak bahagia bukan ? Rindu dan berharap padanya adalah kesalahan , tapi
aku ga pernah benar-benar tahu kalau itu kesalahan . Karena aku ga pernah mau
membiarkan dan membuat kesalahan itu terjadi . Sesaat aku kembali kepada masa
lalu , dari situ aku baru bisa berkata “ rindu dan berharap” kepadanya memang
sebuah kesalahan , mungkin saja dia bukan yang pantas aku perjuangkan .
Tuhan
cubit aku , buat aku sadar jika ini semua kesalahan besar .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar