BICARA SOAL METAFISIK , AKU
SUDAH MENGSKETSA MASA DEPAN . Aku harus bekerja dengan sungguh-sungguh, aku
harus kuliah lulus menjadi sarjana . Menulis , kemudian tetap bekerja , menjadi
seorang penulis . Karirku sukses di usia muda .
Aku akan
bertepuk tangan untuk diriku sendiri , ku bungkam mulut0mulut mereka yang
menganggapku lemah dan rendah . Aku harus membuat kedua orang tuaku bangga dan
melihat mereka bahagia di masa tua.
Tekadku telah merancangnya
dengan mulus tanpa cacat, tapi aku belum mampu memaksimalkan usahaku untuk
membangun mimpi itu . Rasa malas , ya adalah musuh terbesar , terlebih aku
selalu merasa sendiri saat jauh dari orang-orang yang ku kasihi . Rasa takut
itu membuatku tertekan .
Aku selalu
takut pada perubahan , aku selalu sulit beradaptasi pada fase baru yang harus
ku lewati , aku harus terlebih dahulu membiarkan ilusiku berkelana menelaah ke
setiap sudut kenyataan yang telah terjadi . Dalam perjalanan itu aku banyak
bertanya , kenapa ? Kenapa harus begini , kenapa harus aku , kenapa bukan
mereka . Aku mengerti dengan jawaban atas pertanyaanku sendiri , tapi ku
biarkan pertanyaan itu mengambang sebentar di angkasa agar Tuhan mengirimkan
jawaban yang lebih indah yang lebih mudah ku pahami apa maksudnya .
Bodoh sekali ,
dengan begitu bukankah aku sudah membuang banyak waktuku yang harusnya menjadi
kendaraan paling aman menuju trayek masa depan .
Ku dobrak rasa takut itu , aku
tak boleh banyak mengeluh . Setiap manusia telah punya garis hidupnya
masing-masing , aku dia dan mereka . Tuhan menggariskannya dengan pena yang
berbeda , aku harus banyak belajar kepada mereka terdahulu yang mengalami perih
dan sakitnya perjuangan , maka setelah itu sukses telah menanti di masa depan .
Untuk itu , aku harus melupakan bahwa tidur itu penting , agar lebih banyak
waktu untuk mewujudkan mimpinya .
9 bulan sudah
ku lewati masa-masa sulit , antara mundur dan bertahan memerangi batinku selama
itu , aku melewatinya dengan wajah yang selalu basah sebelum tidur. Kicau-kicau
mulut mereka yang menyakitkan mencambuk perasaanku peerlahan-lahan , tapi aku
sadar . Semua terasa sulit dan menyakitkan karena aku yang kurang peka terhadap
sekitar , aku masih egois dengan duniaku yang selalu di Ratu-kan saat aku
berada di surga kecil di dunia , bersama keluarga . Kau tau , aku selalu
menggalaukan hari-hari esok yang belum tentu ku jumpai . Ketidaksiapan
menghadapi esok hari menyeretku kepada rasa mengeluh dan malas yang
berkepanjangan, satu saja apa alasannya . Karena aku tak punya teman di sini ,
tak ada kalian dan tak ada Chapruk, sesederhana itu . Dukungan itu sangat
penting untuk mereka yang hendak memulai perjuangan , agar mereka lebih
bersemangat berjuang dengan dukungan bukan sebaiknya , berjuang dalam tekanan .
Besok aku harus bangun lebih
pagi lebih pagi dari matahari , aku akan memasuki fase terbaru yang lebih
menantang , meninggalkan ranah pengucilan akibat ketidaksiapan memulai.
Bissmillahhirrohmanirrohiim
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar