Sabtu, 19 Oktober 2013

Sketsa Masa Depan.


  BICARA SOAL METAFISIK , AKU SUDAH MENGSKETSA MASA DEPAN . Aku harus bekerja dengan sungguh-sungguh, aku harus kuliah lulus menjadi sarjana . Menulis , kemudian tetap bekerja , menjadi seorang penulis . Karirku sukses di usia muda .
Aku akan bertepuk tangan untuk diriku sendiri , ku bungkam mulut0mulut mereka yang menganggapku lemah dan rendah . Aku harus membuat kedua orang tuaku bangga dan melihat mereka bahagia di masa tua.
                Tekadku telah merancangnya dengan mulus tanpa cacat, tapi aku belum mampu memaksimalkan usahaku untuk membangun mimpi itu . Rasa malas , ya adalah musuh terbesar , terlebih aku selalu merasa sendiri saat jauh dari orang-orang yang ku kasihi . Rasa takut itu membuatku tertekan . 
Aku selalu takut pada perubahan , aku selalu sulit beradaptasi pada fase baru yang harus ku lewati , aku harus terlebih dahulu membiarkan ilusiku berkelana menelaah ke setiap sudut kenyataan yang telah terjadi . Dalam perjalanan itu aku banyak bertanya , kenapa ? Kenapa harus begini , kenapa harus aku , kenapa bukan mereka . Aku mengerti dengan jawaban atas pertanyaanku sendiri , tapi ku biarkan pertanyaan itu mengambang sebentar di angkasa agar Tuhan mengirimkan jawaban yang lebih indah yang lebih mudah ku pahami apa maksudnya .
Bodoh sekali , dengan begitu bukankah aku sudah membuang banyak waktuku yang harusnya menjadi kendaraan paling aman menuju trayek masa depan .
                Ku dobrak rasa takut itu , aku tak boleh banyak mengeluh . Setiap manusia telah punya garis hidupnya masing-masing , aku dia dan mereka . Tuhan menggariskannya dengan pena yang berbeda , aku harus banyak belajar kepada mereka terdahulu yang mengalami perih dan sakitnya perjuangan , maka setelah itu sukses telah menanti di masa depan . Untuk itu , aku harus melupakan bahwa tidur itu penting , agar lebih banyak waktu untuk mewujudkan mimpinya .
9 bulan sudah ku lewati masa-masa sulit , antara mundur dan bertahan memerangi batinku selama itu , aku melewatinya dengan wajah yang selalu basah sebelum tidur. Kicau-kicau mulut mereka yang menyakitkan mencambuk perasaanku peerlahan-lahan , tapi aku sadar . Semua terasa sulit dan menyakitkan karena aku yang kurang peka terhadap sekitar , aku masih egois dengan duniaku yang selalu di Ratu-kan saat aku berada di surga kecil di dunia , bersama keluarga . Kau tau , aku selalu menggalaukan hari-hari esok yang belum tentu ku jumpai . Ketidaksiapan menghadapi esok hari menyeretku kepada rasa mengeluh dan malas yang berkepanjangan, satu saja apa alasannya . Karena aku tak punya teman di sini , tak ada kalian dan tak ada Chapruk, sesederhana itu . Dukungan itu sangat penting untuk mereka yang hendak memulai perjuangan , agar mereka lebih bersemangat berjuang dengan dukungan bukan sebaiknya , berjuang dalam tekanan .
                Besok aku harus bangun lebih pagi lebih pagi dari matahari , aku akan memasuki fase terbaru yang lebih menantang , meninggalkan ranah pengucilan akibat ketidaksiapan memulai.
Bissmillahhirrohmanirrohiim ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar