Sabtu, 12 Oktober 2013

Takdir itu apa ?



            Tuhan , takdir itu apa ?
Apa takdir itu tentang sebuah kebetulan yang memiliki banyak kesamaan . Kemudian di permainkan oleh perbedaan yang menjerumuskan pada jurang perpisahaan . Sungguh kejam !
            Jika kau ciptakan kesamaan kenapa harus ada perbedaan , bukankah perbedaan itu menyakitkan . Aku sedang mencari-cari takdirku , menerka-nerka masa depan yang entah seperti dan bersama siapa ? Ku kira engkau tahu apa yang yang menjadi harapanku , siapa nama yang ku sertakan di setiap sujud dalam percakapan kecil bersamamu .
Takdir itu , apa tentang menunggu ? Menunggu bertahun-tahun lamnya , menua bersama waktu . Mengorek segala kenangan yang pernah teerabaikan , hilang bersama hujan .
            Haruskah satu tahun , dua tahun , tiga tahun , atau hingga mereka mencibirku dengan kata yang menyayat hati . Ada banyak relasi  mencoba meresonansikan antara mata dan hati , aku tak perduli . Ku kira semua akan sama ,hilang terbunuh waktu . Aku masih sulit melupakan , melumpuhkan berjuta kenangan yang mengotak-atik hati dan fikiran sejak dua tahun lalu .
Dua tahun , bukan waktu yang sebentar . Ada ratusan baris hari yang ku lalui tanpa dia yang ku percayai sebagai takdir . Ada jutaaan bahkan milyaran menit yang ku habiskan hanya untuk menghujani pipi yang lucu , berfantasi bersama masa lalu yang membawa ku pada gerbang mimpi pukul 03.00 pagi dengan mulut yang menganga , adakah dia tahu ? Itu kulakukan setiap hari .

            Apa tak begitu mengerti alasan ku menunggu nya sampai ribuan pagi menyapa sisa emosi semalam yang membuncah dengan liarnya , seperti ada banyak alasan yang tak dapat ku jelaskan . Ku kira ia mengerti dengan alasan ini, dia tahu . tapi tak mau peduli .
Masihkah air mukanya basah , masihkah labirin di hatinya kosong ? atau sudah banyak yang menggantikanku di sana , aku tak mau dengar . Pasti menyakitkan .
Yang dia , kalian dan mereka tahu . Aku sudah memudarkan kisahku , kisah klasik yang berahir tanpa alasan yang sulit ku pahami . Aku sudah terlalu sering melompat dari satu hubungan ke hubungan lain , tetap terjatuh dan sakit . Sampai saat ini , aku sudah merasa begitu kelelahan berlari-lari mengejar yang tak pasti , aku tak ingin mencintai lagi . Setelah rasa sakit yang  bertubi-tubi menyiksa , karma yang begitu gemas menghukum hati , ku rasa aku jera .
Untuk rasa sakit ini , aku tak sudi lagi menerima dari mereka yang gemar mempermainkan
hati .

Segala rasa sakit itu hanya bisa ku terima dari ia  yang menjadi pertama untuk
segalanya.Aku selalu bicara pada hatiku sendiri , bercerita kepada perasaan ku
tentang keyakinanku pada setiap janji manis yang pernah ia proklamasikan , pada
malam itu . Malam perpisahan , malam yang mengantarkan aku kepada ruang rindu yang
begitu dingin ,sulit ku temukan kembali rasa hangat itu , aku mempercayainya menjadi
takdirku .

 Tuhan , dekatkan hatinya dengan hatiku yang pilu . Meski tak setinggi bahunya ,
biarkan aku untuk menenggelamkan kepalaku di dadanya , aku menunggunya , merindukannya , menyayanginya .Dia , takdirku . Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar